Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), menyampaikan rasa duka mendalam atas berpulangnya tokoh pejuang pembentukan provinsi, Salim Mengga. Beliau menyebut almarhum sebagai sosok langka yang memiliki integritas tinggi serta dedikasi tanpa batas bagi kemajuan tanah Mandar. Bahkan, Gubernur menegaskan bahwa jejak perjuangan almarhum akan selalu menjadi inspirasi bagi generasi muda di Sulawesi Barat.
Kepergian Salim Mengga menyisakan kesedihan mendalam bagi seluruh jajaran pemerintahan dan lapisan masyarakat. Oleh karena itu, Gubernur mengajak warga untuk memberikan penghormatan terakhir dan mendoakan almarhum agar mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya. SDK mengenang sosok almarhum sebagai pribadi yang sangat teguh memegang prinsip namun tetap rendah hati dalam pergaulan.
Warisan Perjuangan untuk Sulawesi Barat
Salim Mengga merupakan salah satu tokoh kunci yang sangat gigih memperjuangkan berdirinya Provinsi Sulawesi Barat beberapa dekade lalu. Selain itu, beliau juga aktif dalam memberikan gagasan konstruktif untuk pembangunan infrastruktur dan sumber daya manusia di daerah. Sebab, almarhum ingin melihat rakyat Sulawesi Barat dapat berdiri sejajar dengan provinsi besar lainnya di Indonesia.
Akibatnya, jasa-jasa almarhum kini sangat melekat di hati masyarakat, terutama bagi mereka yang terlibat dalam sejarah pembentukan provinsi. Namun, Gubernur mengingatkan bahwa tugas terberat saat ini adalah menjaga dan melanjutkan cita-cita besar yang telah almarhum rintis. Selanjutnya, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat berencana memberikan penghargaan khusus atas jasa-jasa luar biasa yang telah almarhum berikan.
Sosok Teladan bagi Politisi Muda
Gubernur SDK menekankan bahwa Salim Mengga adalah contoh nyata dari politisi yang mengedepankan etika daripada kepentingan pribadi. Bahkan, almarhum sering kali menjadi penengah yang bijak saat terjadi konflik kepentingan dalam proses pembangunan daerah. Oleh sebab itu, banyak pihak merasa kehilangan figur “ayah” sekaligus mentor yang mampu menyejukkan suasana politik.
“Beliau adalah guru bagi kita semua. Oleh karena itu, kita kehilangan kompas moral yang sangat penting bagi perjalanan provinsi ini ke depan,” ujar Gubernur SDK dengan nada haru.
Selanjutnya, prosesi pemakaman akan mendapatkan pengawalan khusus sebagai bentuk apresiasi negara terhadap tokoh yang berjasa besar. Dengan demikian, seluruh lapisan masyarakat dapat merasakan khidmatnya pelepasan sang pejuang menuju tempat peristirahatan terakhirnya.
Baca juga:Media Sosial Ancam Kesehatan Mental, Begini Cara Mengatasinya
Menjaga Semangat Persatuan Mandar
Wafatnya Salim Mengga harus menjadi momentum bagi seluruh warga Sulawesi Barat untuk kembali mempererat tali persaudaraan. Sebab, almarhum selalu memimpikan persatuan yang kuat di antara seluruh elemen masyarakat Mandar tanpa memandang latar belakang. Oleh karena itu, Gubernur SDK meminta seluruh elemen daerah untuk menanggalkan perbedaan demi kemajuan bersama.
Berikut adalah beberapa poin keteladanan Salim Mengga menurut Gubernur SDK:
-
Keteguhan Prinsip: Almarhum tidak pernah goyah dalam membela hak-hak rakyat Sulawesi Barat di tingkat nasional.
-
Kesederhanaan Hidup: Meskipun merupakan tokoh besar, beliau selalu tampil sederhana dan mudah dijangkau oleh warga biasa.
-
Visi Jauh ke Depan: Gagasan beliau mengenai pendidikan menjadi fondasi utama pembangunan daerah saat ini.
Meskipun demikian, semangat perjuangan almarhum akan tetap hidup di dalam setiap kebijakan pembangunan yang pro-rakyat. Sebagai penutup, Gubernur SDK berjanji akan terus menghidupkan nilai-nilai yang almarhum ajarkan dalam menjalankan roda pemerintahan. Dengan demikian, penghormatan terbaik bagi Salim Mengga adalah dengan membawa Sulawesi Barat menjadi provinsi yang semakin maju dan sejahtera.